• HOME
  • INDEX
    • New Release
    • TV Series
      • TV Series / Show
      • K-Drama
      • C-Drama
    • Anime and Friends
      • Naruto Shippuuden
      • One Piece
      • Other Anime
    • Most Wanted
    • Good Movies
    • Motivasi-Inspirasi
    • Pro Kontra Movie
    • Coming Soon
  • CATEGORY
    • Genre
      • A-H
        • Action
        • Adventure
        • Animation
        • Biography
        • Comedy
        • Crime
        • Documentary
        • Drama
        • Disaster
        • Family
        • Fantasy
        • History
        • Horror
      • M-W
        • Music
        • Mistery
        • Romance
        • Sci-Fi
        • Sport
        • Thriller
        • TV Show
        • War
        • Western
    • Asian Movies
      • Bollywood
      • Chinese Movies
      • Hongkong Movies
      • Japan Movies
      • Korean Movies
      • Thai Movies
    • Years
      • 2018
      • 2017
      • 2016
      • 2015
      • 2014
      • 2013
      • 2012
      • 2011
      • 2000-2010
      • 1999 Under
      • 2025
    • FiLM bagus
  • PANDUAN
    • Cara Menjoin File .001
    • Cara Menampilkan Subtitle
    • Kegagalan Proses Join atau Ekstrak
    • Cara Mengganti Ekstensi File
    • Mengenal Jenis Kualitas Film
    • Cara Memilih Audio pada Film Dual Audio
    • Cara Ekstrak File Rar
  • LAIN2
    • History of Cinema3satu
    • Follow My X
    • Request Review FiLM
  • COPYRIGHT POLICY
  • CONTACT US

OLD FASHIONED (2014)

03/07/2015 15:00 / Leave a Comment / Franko


Dated Released : 18 September 2014
Review Movie
Info : imdb.com/title/tt2048824
IMDb Rating : 5.8 (817 users)
Star : Elizabeth Roberts, Rik S, LeJon Woods
Genre : Drama, Romance


Old Fashioned (2014) – Review Film Romantis Indie yang Manis tapi Terlalu Aman

Old Fashioned adalah film drama romantis independen rilisan 2014 yang disutradarai oleh Rik Swartzwelder, yang juga menjadi pemeran utama film ini bersama Elizabeth Roberts. Film ini mencoba menawarkan alternatif dari drama romantis modern dengan pendekatan hubungan yang lebih konservatif, sederhana, dan fokus pada koneksi emosional dibanding romansa fisik.

Di tengah banyaknya film romance modern yang dipenuhi drama toxic atau hubungan instan, Old Fashioned hadir dengan nuansa yang lebih lembut dan tradisional. Namun meski premisnya cukup unik, film ini kadang terasa terlalu hati-hati sehingga konflik dan emosinya kurang benar-benar kuat.

Sinopsis Film Old Fashioned (2014)

Cerita mengikuti Clay Walsh, seorang pria pendiam yang tinggal di kota kecil dan menjalankan toko barang antik. Clay memiliki masa lalu kelam yang membuatnya memilih menjalani hidup sederhana dan menjauh dari hubungan romantis yang terlalu dekat secara emosional maupun fisik.

Suatu hari, seorang wanita muda bernama Amber pindah ke apartemen di atas toko milik Clay. Amber memiliki kepribadian ceria, spontan, dan sangat berbeda dari Clay yang tertutup serta penuh aturan.

Meski awalnya canggung, keduanya perlahan mulai dekat. Clay mencoba menjalani hubungan dengan cara yang menurutnya lebih “old fashioned” atau tradisional — tanpa seks bebas, tanpa hubungan instan, dan lebih fokus membangun koneksi emosional.

Namun perbedaan kepribadian dan trauma masa lalu membuat hubungan mereka tidak berjalan mudah. Amber mulai mempertanyakan apakah Clay benar-benar tulus atau hanya takut membuka dirinya kepada orang lain.

Film bergerak dengan ritme santai dan banyak dialog personal tentang cinta, komitmen, kesepian, dan proses penyembuhan emosional.

Sedikit spoiler: menjelang akhir film, Clay akhirnya dipaksa menghadapi trauma masa lalunya dan memutuskan apakah ia benar-benar siap menjalani hubungan yang lebih terbuka dengan Amber.

Ulasan Film Old Fashioned

Salah satu hal paling menarik dari Old Fashioned adalah pendekatan romantisnya yang berbeda dari kebanyakan film romance modern. Film mencoba menampilkan hubungan yang lebih pelan, emosional, dan tidak terlalu fokus pada ketertarikan fisik.

Chemistry antara Rik Swartzwelder dan Elizabeth Roberts cukup natural. Amber menjadi karakter yang paling mudah disukai karena sifatnya yang hangat dan spontan mampu menyeimbangkan kepribadian Clay yang dingin.

Nuansa kota kecil dan atmosfer indie film juga cukup nyaman. Banyak adegan terasa intimate dan sederhana, cocok untuk penonton yang menyukai romance drama ringan tanpa drama berlebihan.

Namun masalah terbesar film ini adalah penulisannya yang terlalu aman dan kadang terasa preachy. Pesan moral tentang hubungan tradisional sering disampaikan terlalu jelas sehingga dialog terasa kurang natural.

Karakter Clay juga bisa terasa frustrating karena terlalu tertutup dan kaku hampir sepanjang film. Akibatnya perkembangan hubungan utama berjalan lambat dan kadang kehilangan energi emosional.

Dari sisi teknis, kualitas produksi film juga terasa kecil dan sederhana. Visual serta sinematografi tidak terlalu istimewa meskipun masih cukup mendukung suasana hangat cerita.

Meski tidak terlalu kuat secara drama maupun romansa, Old Fashioned tetap punya daya tarik tersendiri bagi penonton yang mencari kisah cinta sederhana dengan pendekatan lebih konservatif.

Kelebihan Film Old Fashioned

  • Pendekatan romantis terasa berbeda dan lebih tradisional.
  • Nuansa indie hangat dan nyaman.
  • Chemistry pasangan utama cukup natural.
  • Atmosfer kota kecil terasa cozy.
  • Pesan tentang hubungan emosional cukup menarik.

Kekurangan Film Old Fashioned

  • Pacing berjalan lambat.
  • Dialog kadang terasa preachy.
  • Konflik kurang kuat.
  • Karakter utama pria kadang terlalu kaku.
  • Visual dan produksi terasa sederhana.

Rating Film Old Fashioned (2014)

  • Cerita: 6.4/10
  • Alur/Plot: 6/10
  • Logika: 6.8/10
  • Akting: 6.5/10
  • Romance/Chemistry: 6.8/10
  • Emosi/Kedalaman Karakter: 6.5/10
  • Sinematografi: 6/10
  • Ending: 6.4/10

Overall: 6.4/10 — Drama romantis indie yang hangat dan unik dalam pendekatan hubungan tradisionalnya, tetapi terlalu aman dan kurang kuat secara emosional.

Kesimpulan

Old Fashioned (2014) adalah film romance indie sederhana yang mencoba menghadirkan kisah cinta dengan pendekatan lebih konservatif dan emosional dibanding kebanyakan drama romantis modern.

Walaupun pacing lambat dan konflik kurang menggigit, film ini tetap cukup nyaman ditonton berkat atmosfer hangat, chemistry yang natural, dan tema hubungan yang lebih personal.

Cocok untuk penonton yang menyukai romance ringan bernuansa indie dengan fokus pada koneksi emosional dan proses penyembuhan diri.

 

2014 Drama Romance

Post Navigation

← Previous Post
Next Post →
AYOK berdiskusi tentang FiLM
------------------------MOST WANTED------------------------

————————iCinema3saTu————————
Kami Bukan Yang Terbesar, Terlengkap & Tercepat, Tapi Kami Berusaha Memberikan Yang Terbaik

Copyright © iCᴉnеma3saTu