
Dated Released : 2015
Review Movie
Info : imdb.com/title/tt2622672
IMDb Rating : 2.6 (156 users)
Star : Shari Shattuck, Eric Etebari, Jane Park Smith
Genre : Mystery, Thriller
—————————————-
Scream at the Devil (2015) – Review Film Psychological Horror yang Ambisius tetapi Berantakan
Scream at the Devil adalah film psychological horror thriller rilisan 2015 yang disutradarai Joseph P. Stachura dan dibintangi Shari Shattuck, Eric Etebari, Jane Park Smith, serta Tony Todd.
Film ini mencoba menggabungkan horor psikologis, trauma mental, paranoia, dan unsur supranatural dalam cerita yang penuh halusinasi dan kekerasan.
Dengan nuansa low-budget indie horror, Scream at the Devil memiliki ide yang sebenarnya cukup menarik, tetapi eksekusinya sering terasa kacau dan sulit mempertahankan ketegangan secara konsisten.
Sinopsis Film Scream at the Devil (2015)
Cerita mengikuti Miriam Jones, seorang wanita dengan kondisi mental yang tidak stabil akibat trauma masa lalu dan gangguan psikologis yang semakin memburuk. Miriam hidup bersama suaminya dan perlahan mulai mengalami berbagai kejadian aneh yang membuatnya yakin bahwa ada kekuatan jahat yang mengincarnya.
Ia mulai melihat sosok-sosok menyeramkan, mendengar suara misterius, dan mengalami halusinasi yang semakin sulit dibedakan dari kenyataan. Semakin lama, paranoia Miriam berkembang menjadi obsesi penuh ketakutan terhadap iblis dan kekuatan supranatural. Orang-orang di sekitarnya mulai mempertanyakan apakah Miriam benar-benar mengalami gangguan mental atau memang ada sesuatu yang mengerikan sedang terjadi.
Film bergerak dalam atmosfer gelap dan penuh kebingungan psikologis dengan banyak adegan disturbing dan kekerasan emosional.
Sedikit spoiler: menjelang akhir film, batas antara realita, trauma, dan kemungkinan kehadiran kekuatan jahat menjadi semakin kabur hingga penonton dipaksa menafsirkan sendiri apa yang sebenarnya terjadi.
Ulasan Film Scream at the Devil
Salah satu hal yang cukup menarik dari film ini adalah usahanya membangun horor lewat kondisi mental karakter utama dibanding sekadar jumpscare biasa. Shari Shattuck tampil cukup total sebagai Miriam dengan performa emosional yang intens dan penuh paranoia.
Beberapa adegan halusinasi juga berhasil menciptakan rasa tidak nyaman yang lumayan efektif. Namun masalah terbesar film ini ada pada penulisan dan struktur ceritanya yang terasa berantakan.
Alur film sering melompat tanpa transisi yang jelas sehingga penonton sulit memahami mana realita dan mana halusinasi, bukan karena misterinya cerdas, tetapi karena penyampaiannya membingungkan.
Pacing film juga tidak stabil. Ada bagian yang terlalu lambat dan repetitif sebelum tiba-tiba masuk ke adegan intens tanpa buildup yang kuat. Kualitas produksi yang low-budget juga cukup terasa, terutama pada beberapa efek visual dan setting yang terlihat sederhana.
Unsur supranatural dalam film sebenarnya punya potensi menarik, tetapi tidak pernah benar-benar dieksplorasi secara mendalam. Akibatnya, film terasa seperti campuran psychological horror dan possession movie yang tidak sepenuhnya fokus ke salah satu arah.
Meski begitu, bagi penonton yang menyukai indie psychological horror dengan nuansa suram dan interpretasi terbuka, film ini mungkin masih memiliki daya tarik tersendiri.
Kelebihan Film Scream at the Devil
- Atmosfer psikologis cukup gelap.
- Akting utama cukup intens.
- Beberapa adegan disturbing terasa efektif.
- Konsep trauma dan paranoia cukup menarik.
- Nuansa indie horror cukup terasa.
Kekurangan Film Scream at the Devil
- Cerita membingungkan dan kurang rapi.
- Pacing tidak konsisten.
- Kualitas produksi terbatas.
- Efek horor tidak selalu efektif.
- Ending terasa terlalu ambigu bagi sebagian penonton.
Rating Film Scream at the Devil (2015)
Kesimpulan
Scream at the Devil (2015) adalah film horror psikologis indie yang mencoba menghadirkan ketakutan lewat trauma mental dan paranoia supranatural.
Walaupun memiliki beberapa momen disturbing dan performa akting utama yang cukup kuat, film ini kesulitan menjaga fokus cerita dan akhirnya terasa membingungkan serta kurang impactful.
Film ini paling cocok untuk penonton yang menyukai psychological horror low-budget dengan atmosfer suram dan pendekatan interpretatif.




