
Dated Released : 5 July 2014
Quality : 720p WEB-DL
Info : imdb.com/title/tt3042626
IMDb Rating : 5.3 (83 users)
Star : Benedict Samuel, Krysten Ritter, Nick Nolte
Genre : Drama, Romance
—————————————-
=============================================================================
Asthma (2015) – Review Film Drama Romantis Penuh Luka dan Pencarian Jati Diri
Asthma adalah film drama romantis independen rilisan 2015 yang disutradarai oleh Jake Hoffman. Film ini menghadirkan kisah emosional tentang cinta, kecanduan, kesepian, dan pelarian diri di tengah kehidupan urban yang kacau. Dibintangi oleh Benedict Samuel dan Krysten Ritter, film ini menawarkan nuansa puitis dengan pendekatan sinematik yang intim serta atmosfer melankolis yang kuat.
Berbeda dari drama romantis mainstream, Asthma bergerak dengan tempo lambat namun penuh simbolisme. Film ini lebih fokus pada kondisi psikologis karakter dibandingkan konflik besar, menjadikannya tontonan yang terasa personal dan emosional bagi penonton yang menyukai drama indie penuh makna.
Sinopsis Film Asthma (2015)
Film mengikuti kehidupan Gus, seorang seniman tato muda di New York yang hidup dalam kekacauan emosional. Ia menjalani hari-harinya dengan penuh kehampaan sambil terus dihantui rasa bersalah, kecanduan, dan hubungan yang gagal. Kehidupan Gus terasa stagnan hingga suatu malam ia bertemu dengan Ruby, seorang wanita misterius dan penuh energi liar yang langsung mengubah arah hidupnya.
Pertemuan mereka berkembang menjadi hubungan intens yang dipenuhi gairah, kebebasan, dan ketidakstabilan emosional. Ruby menjadi simbol pelarian bagi Gus dari kehidupan lamanya yang penuh tekanan. Bersama Ruby, Gus mulai menjalani berbagai pengalaman spontan yang terasa membebaskan, namun juga semakin menyeretnya ke dalam kondisi mental yang rapuh.
Film perlahan memperlihatkan bagaimana Gus sebenarnya adalah sosok yang kesulitan menghadapi realitas hidup. Ia mencoba menemukan makna melalui seni, cinta, dan hubungan fisik, tetapi justru terus tenggelam dalam kebingungan identitas. Hubungannya dengan Ruby terasa seperti kombinasi antara cinta, obsesi, dan kebutuhan untuk melarikan diri dari diri sendiri.
Nuansa kota New York yang dingin dan suram menjadi latar yang memperkuat kesepian kedua karakter utama. Dialog yang minimalis membuat banyak emosi disampaikan lewat tatapan, bahasa tubuh, dan suasana visual yang artistik.
Sedikit spoiler: menjelang akhir film, hubungan Gus dan Ruby mulai menunjukkan sisi destruktif yang sejak awal tersembunyi. Film tidak memberikan penutup bahagia yang jelas, melainkan memperlihatkan bagaimana beberapa orang terkadang tidak benar-benar mencari cinta, tetapi hanya tempat untuk bersembunyi dari rasa sakit mereka sendiri.
Ulasan Film Asthma
Asthma adalah tipe film independen yang lebih mengandalkan atmosfer dibandingkan plot besar. Jake Hoffman mencoba membangun pengalaman emosional yang terasa mentah dan realistis melalui karakter-karakter yang rusak secara psikologis. Film ini tidak terburu-buru menjelaskan semuanya kepada penonton, sehingga beberapa adegan terasa ambigu namun tetap artistik.
Penampilan Benedict Samuel sebagai Gus menjadi kekuatan utama film. Ia berhasil menampilkan sosok pria yang rapuh, kehilangan arah, namun tetap mencoba terlihat tenang. Krysten Ritter juga tampil memikat sebagai Ruby dengan aura misterius dan liar yang membuat karakternya sulit ditebak.
Sinematografi film terasa sangat indie dengan penggunaan pencahayaan redup, warna kusam, dan pengambilan gambar intim yang memperkuat kesan kesepian. Musik latar yang lembut juga membantu membangun suasana melankolis sepanjang film.
Namun, kelemahan terbesar Asthma terletak pada alurnya yang sangat lambat. Tidak semua penonton akan menikmati pendekatan naratif seperti ini. Beberapa adegan terasa terlalu panjang dan minim perkembangan cerita. Film juga cenderung abstrak dalam menyampaikan pesan, sehingga sebagian penonton mungkin merasa bingung atau sulit terhubung secara emosional.
Kelebihan Film Asthma
- Atmosfer emosional dan artistik yang kuat.
- Akting natural dari Benedict Samuel dan Krysten Ritter.
- Sinematografi indie yang intim dan estetis.
- Dialog minimalis namun penuh makna emosional.
- Cocok untuk penonton penyuka drama psikologis dan film indie.
Kekurangan Film Asthma
- Tempo cerita sangat lambat.
- Alur cenderung abstrak dan minim konflik besar.
- Beberapa adegan terasa terlalu panjang.
- Ending ambigu mungkin tidak memuaskan semua penonton.
Rating Film Asthma (2015)
- Cerita: 6.5/10
- Alur/Plot: 6/10
- Logika: 7/10
- Akting: 7.8/10
- Emosi/Kedalaman Karakter: 7.5/10
- Sinematografi: 7.8/10
- Soundtrack: 7/10
- Ending: 6.5/10
Overall: 6.9/10 — Sebuah drama romantis indie yang emosional, artistik, dan penuh nuansa melankolis. Cocok bagi penonton yang menyukai film karakter-driven dengan pendekatan sinematik lambat dan reflektif.
Kesimpulan
Asthma (2015) bukan film romantis biasa. Film ini lebih menyerupai perjalanan psikologis tentang kesepian, trauma emosional, dan pencarian makna hidup melalui hubungan yang tidak stabil. Dengan atmosfer indie yang kuat, visual artistik, dan performa akting yang natural, film ini berhasil menghadirkan pengalaman emosional yang terasa intim meski tidak selalu mudah dinikmati semua penonton.
Bagi pecinta drama indie bertempo lambat dan penuh simbolisme, Asthma menawarkan pengalaman sinematik yang cukup berkesan. Namun bagi penonton yang mencari cerita cepat dan penuh konflik besar, film ini mungkin terasa terlalu sunyi dan abstrak.




